Artikel > Safety Riding
Aman Berkendara: Dibonceng Bukan Pasangan
Dikirim oleh admin
Selasa, 12-September-2006, 16:39:10 (7958 klik) Kirim ke Teman Versi Cetak

Sadar atau tidak, sebagai bikers satu saat pasti akan membonceng. Paling sering tentu saja membonceng pasangan, entah pasangan resmi atau tidak. Bagaimana sih cara membonceng atau dibonceng yang benar? simak tulisan berikut..

Entah karena canggung, boncenger cewek enggan duduk rapat sama pengendara. Umumnya, mereka jaga jarak. Maklum, si pengendara bukan yayang atau suami tercinta. Makanya jadi atur jarak gitu. Wah, macam Metromini aja! Sebenarnya duduk duduk berjarak bikin pengendalian jadi nggak karuan. Pengendara jadi terasa berat. Belum lagi kalau saat melakukan manuver. Jusri Pulubuhu menyatakan dalam berkendara tidak ada hubungan atau tidak. Lebih diutamakan posisi duduk yang benar. ”Ini untuk keselamatan pengendara juga boncenger”, jelas Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) itu.

Duduk rapat dengan pengendara untuk menjaga keseimbangan dan motor tidak bergeser. ”Dengan menempel ke pengendara, maka titik keseimbangan antara motor dengan pengendara dapat dijaga”. Posisi duduk jangan sampai melawan arah pengendara. Ikuti gerak arah pengendara,” tambah pria berkantor di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan itu lagi.

Kedua lutut juga harus merapat atau menggapit pinggul pengendara. ”Agar pengendara bisa menjaga irama kendaraan dengan boncenger,” bilang Anggono Irawan, Kepala Instruktur Safety Riding, PT Astra Honda Motor (AHM).

Boncenger ngak usah sungkan saat tangan merapat atau merangkul pinggang yang membinceng. Dengan begitu, jika ada gerak mendadak yang dilakukan pengendara bisa diikuti boncenger. ”Kalau sungkan berpegangan atau memeluk pengendara, minimal paha mengapit ke pinggul pengendara,” Wanti Jusri lagi.

Tapi ini kurang mendukung ketika terjadi gerakan ke depan atau ke belakang yang mendadak, kemungkinan jepitan gampang lepas, karena tidak didukung pegangan erat dan pengendara mudah kehilangan kestabilan.

Jadi, ngak perlu sungkan. * Tining



Sumber : Motor Plus, edisi 365, Sabtu 25 Februari 2006
Disesuaikan oleh : Adi/SSFC-056

 
Username:
Password:

» Registrasi
» Lupa Password?
Total Klik: 2328179
Total Online: 4
 Hak cipta terpelihara ©2005 ssfc.or.id, pk.
Enak dilihat pada resolusi 800x600.
Segala merek dagang yang terdapat pada situs ini adalah hak milik dari masing-masing pemilik.
Situs ini dibangun menggunakan morON CUMS (http://moron.datacrux.org), 2005 pk.
Tema layout "moron_ssfc_or_id_two", disain oleh pk, integrasi kode oleh pk, 2005 SSFC, Suzuki Satria F150 Club.
Bacalah dengan seksama Kesepakatan, Aturan Main, segala kesulitan alamatkan ke support@ssfc.or.id





ssfc / forum / gallery / movie / CopyRight © 2005 - 2009 SSFC