Suzuki Satria F150 Club

Artikel > Satria F150
Dari Ban, Bensin, hingga Top Speed
Dikirim oleh admin
Selasa, 26-September-2006, 18:31:46 (18078 klik) Versi Cetak

Ini saduran konsultasi seorang cewek penyemplak Suzuki Satria F-150 di sebuah Tabloid Otomotif. Cukup lengkap pertanyaannya, mewakili pengguna pemula. Saksikan...



Hai Em-Plus. Aku cewek nyemplak Suzuki Satria F-150. Trus punya beberapa pertanyaan.

1. Ban udah ganti ukuran 80/90-17 (depan) dan 90/90-17 (belakang). Apa ini punya dampak negatif, lantaran pelek masih asli, lho?

2. Setelah motor dicuci, dari lubang di bawah knalpot sering netes air. Padahal waktu dicuci lubang knalpot sudah ditutup pakai plastik. Apa sebabnya?

3. Bensin pakai Pertamax Plus. Katanya kalau lama tidak dipakai akan timbul endapan (gum). Terus gimana cara mengetahui dan mencegahnya? Sebab motor jarang dipakai.

4. Akibat terlalu lama tidak dipakai, apa oli mesin harus diganti? Dan pernah lihat oil treatment, apa dampaknya jika dikonsumsi?

5. Berapa top-speed Satria F-150?

NOVIANA, Jl. H. Rais A. Rachman, Gg. Tenaga Baru I, Pontianak, Kalimantan Barat




1. Pabrikan tentu tidak asal. Seperti pemilihan ban dan pelek standar. Dipasang pelek ukuran 1,40X17 untuk depan dan 1,60X17 belakang. Depan dilapis ban 70/80-17 dan 80/90-17 untuk buritan. Semua diperhitungkan menyesuaikan kebutuhan motor biar gasingan tidak berat juga stabil.
Kalau ban sudah diganti, jelas ada dampaknya. Seperti tapak ban yang melebar berarti makin stabil diajak menikung. Sialnya, tapak lebar justru bikin berat lantaran permukaan kompon jadi banyak bergesek dengan aspal. Begitu ceritanya.

2. Jangan takut apalagi heran kalau air bekas cucian tadi keluar dari lubang kecil di bawah knalpot. Lubang itu memang dirancang untuk melepaskan debu kotoran, air atau oli yang tersesat di dalam. Kalau nggak ada tuh lubang, kita mesti gulingkan motor atau belah perut knalpot untuk membuang segala kotoran di kanlapot.
Keberadaan lubang ini tidak mengganggu fungsi knalpot. Tapi kalau masih keluar air meski moncong knalpot sudah ditutup. Mungkin lubang berdiameter 2 mm ini kena semprot air dan keluar saat motor dihidupkan.

3. Nggak usah tunggu lama tidak dipakai, motor sering dipakai pun bakal timbul endapan. Itu tidak masalah selama endapan tidak terlalu banyak. Misal hanya di bibir tutup tangki atau di atas bodi tangki. Tapi kalau endapan terlalu banyak akibat jarang dipakai, mending diganti baru.

4. Tergantung. Selama volume oli di dalam bak mesin tetap, tidak kadaluarsa dan belum terkontaminasi, oli tidak perlu diganti. Mengetahui kelayakannya bisa lakukan lewat langkah pengecekan di tongkat dip-stick. Dari batang ini bisa dilihat warna dan kualitas oli. Kalau warna sudah seperti cokelat susu, hati-hati. Kemungkinan besar oli sudah bercampur air melalui celah mesin atau terjadi kebocoran cairan pendingin.
Selain itu cek kualitas dan kekentalan oli dengan cara meneteskannya di kertas putih. Kalau warna hitamnya (setelah dipakai) tidak rata atau hanya fokus di tengah, itu tanda kualitas pelumas sudah menurun. Oli macam ini baiknya diganti baru.
Oil treatment tak ubahnya aditif, namun dalam bentuk kemasan terpisah guna mendukung kerja pelumas. Tapi penggunaannya tentu harus sesuai aturan, terlebih pada oli tertentu. Percuma kan kalau kualitas oli sudah bagus pakai oil treatment lagi. Salah-salah malah bikin efek buruk ke mesin.

5. Top-speed Suzuki Satria F-150 standar rata-rata sekitar 120~140 km/jam.




Sumber: Tabloid MotorPlus
Penyelaras Akhir: pk / SSFC-003


 
Username:
Password:

» Registrasi
» Lupa Password?
Total Klik: 2279733
Total Online: 1
 Hak cipta terpelihara ©2005 ssfc.or.id, pk.
Enak dilihat pada resolusi 800x600.
Segala merek dagang yang terdapat pada situs ini adalah hak milik dari masing-masing pemilik.
Situs ini dibangun menggunakan morON CUMS (http://moron.datacrux.org), 2005 pk.
Tema layout "moron_ssfc_or_id_two", disain oleh pk, integrasi kode oleh pk, 2005 SSFC, Suzuki Satria F150 Club.
Bacalah dengan seksama Kesepakatan dan Aturan Main.