Suzuki Satria F150 Club

Artikel > Modifikasi
Teknologi GP125
Dikirim oleh admin
Selasa, 26-September-2006, 18:42:41 (7991 klik) Versi Cetak

Paling sip sokbreker depan upside down. Porsinya ideal sama tongkrongan F-150. Tidak begitu besar dan enggak kekecilan. Ukuran tabung punya diameter 35 milimeter. Beda jauh dengan punya Aprilia RS125 yang punya diameter tabung 41 mm.



Iwan Cahyadi bos TKM (Teguh Karya Manunggal) memang selalu punya gebrakan. Lama bertapa dan tidak main motor. �Sekarang muncul dengan Satria F-150 yang mengusung teknologi GP125,� jelas Budi Uddin Fakar, bos Jatayu Motor Sport yang dapat kepercayaan menggarap.

Bodi sih masih standar abis. �Tapi biaya modifikasi bengkak bukan main,� jelas Iwan yang dulu sponsor tim road race dan grasstrack. Pastilah mahal untuk jarahan itu perlu mengorbankan 1 unit Yamaha TZ125 keluaran 1996.



Yamaha TZ125 biasa dipakai balap di GP125. Paling mudah diingat lihat pacuan Dony Tata Pradita ketika dapat wild card ikut GP125 di Malaysia. �Nah, itu dia motornya sama persis,� jelas Budi dari komplek THI, Tubagus Angke, Jakarta Barat.

Aslinya Yamaha TZ125 koleksi Budi. Lantaran motor balap tulen dan posturnya pas untuk orang Indonesia. Kaki-kaki spek balap namun masih tetap enteng. Dipindahkan untuk menggantikan kaki F-150 pas banget.

Paling sip sokbreker depan upside down. Porsinya ideal sama tongkrongan F-150. Tidak begitu besar dan enggak kekecilan. Ukuran tabung punya diameter 35 milimeter. Beda jauh dengan punya Aprilia RS125 yang punya diameter tabung 41 mm.

Dipasang di F-150 tetap masih menggunakan segitiga TZ125. Namun setelah dipasang kelewat pendek dan memaksa pengendara harus bungkuk. Akhirnya dibuatkan spacer peninggi. Tapi sangat sulit lantaran bukan sebagai adaptor biasa.

Di dalam spacer ada penyetel rebound dan kekerasan per. Permukaan dalam spacer punya ulir sebagai dudukan penyetel itu. Seharusnya dibuat dengan mesin bubut komputer atau CNC. Tapi, oleh karyawan Budi pakai mesin bubut biasa. Wajar jika gagal beberapa kali.



Lantaran satu set plek kaki depan dari TZ125, pemasangan roda dan peranti pengereman tidak ada yang diubah. Kaliper dan adptor asli TZ125, hanya slang rem saja dipakai buatan.

Mempermanis muka, cover batok lampu depan tidak dipakai lagi. Dibuatkan dari fiberglass. �Rada besar dan dibikin tanduk naik-turun,� kata Budi yang sayang mencoak cover buatannya untuk jalur kabel kopling. Kata Budi seharusnya handel kopling ganti yang kecil seperti tuas rem Mio.

Sampai disini pengerjaan baru setengah jadi. Tinggal kaki belakang yang diamputasi. Diganti juga satu set dari TZ125. Namun ribet lantaran posisi monosok dan sistem unitrax kudu dipasang seperti di TZ125. �Dicari sudut yang benar-benar tepat agar rebound tetap bagus seperti aslinya,� jelas Budi yang bongkar-pasang beberapa kali sampe pusing.

SELANJUTNYA PROYEK AJM

Stop! Budi Uddin cukup hanya sampai di kaki-kaki. Selanjutnya Ahmad Jayadi, bos AJM (Adi Jaya Motor) yang bakal berperan. Dia akan memainkan jurus korek mesin berdasarkan pengalaman dari road race. Kan Jayadi mantan juara nasional.

Pasti setelah melihat kaki-kaki F-150 ini bikin Jayadi terkenang masa 1996-1997. Dia pembalap Indonesia yang geber Yamaha TZ125 turun dengan predikat wild card di GP Sentul. Juga melawan Valentino Rossi yang ketika itu masih di kelas capung itu.

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Michelin Slik 95/70_17
Ban belakang: Dunlop Slik 115/70-17
Monsok dan unitrax: TZ125
Foostep : Target model fleksibel


Sumber: MotorPlus Online
Reporter : Aong Cangkol Ulinnuha
Fotografer : Endro Suryono
Penyelaras Akhir: pk / SSFC-003


 
Username:
Password:

» Registrasi
» Lupa Password?
Total Klik: 2278340
Total Online: 6
 Hak cipta terpelihara ©2005 ssfc.or.id, pk.
Enak dilihat pada resolusi 800x600.
Segala merek dagang yang terdapat pada situs ini adalah hak milik dari masing-masing pemilik.
Situs ini dibangun menggunakan morON CUMS (http://moron.datacrux.org), 2005 pk.
Tema layout "moron_ssfc_or_id_two", disain oleh pk, integrasi kode oleh pk, 2005 SSFC, Suzuki Satria F150 Club.
Bacalah dengan seksama Kesepakatan dan Aturan Main.